Laporan Hasil Observasi DDP



 LAPORAN HASIL OBSERVASI


“ALAT KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA RUMAH SAKITI CIPTO MANGUNKUSUMO”

     


Disusun untuk memenuhi tugas Asesmen Berbasis Proyek Mata Pelajaran Dasar-Dasar


Pemasaran, Informatika, Bahasa Indonesia dan IPAS.


Disusun oleh:


1. DZAKIRA ZAAFARANI SUJADI (08)

2. EKA HANDINI (09)

3. FAHREZI PUGLIARRA (10)

4. NAYLA SEPTYA NINGRUM (23)

5. NUR KIRANA IRFANDA PUTRI (26)

6. RADEN WIRO ALISRHO (27)


ASESMEN BERBASIS PROYEK


MATA PELAJARAN PEMASARAN, INFORMATIKA, BAHASA INDONESIA DANA IPASR JURUSAN BISNIS DIGITAL


SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI 8


JAKARTA

2024


LEMBAR PENGESAHAN


1. Judul Proyek : Observasi Alat Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Rumah Sakit

Cipto Mangunkusumo

2. Lokasi Proyek : Gedung A, Jl. Pangeran Diponegoro No.71, RT.7/RW.5, Kenari, Kec.

Senen, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10430

3. Ketua : Eka Handini

4. Jumlah Anggota : 6 Orang

5. Nama Anggota : DZAKIRA ZAAFARANI SUJADI (08)


EKA HANDINI (9)

FAHREZI PUGLIARA (10)

NAYLA SEPTIA NINGRUM (23)

NUR KIRANA IRFANDA PUTRI (26)

RADEN WIRO ALISHRO (27)

6. Waktu Pelaksanaan : Sabtu, 23 November 2024

7. Dimulai Sejak : 11 November 2024


Jakarta, 12 November 2024

Menyetujui,

Guru Pembimbing Bahasa

Indonesia


Nuryani, S.Pd


KATA PENGANTAR


Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan

hidayah-Nya, sehingga kami dapat menyelesaikan laporan hasil observasi dengan judul "Alat

Keselamatan dan Kesehatan Kerja Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo" ini tepat waktu.


Laporan ini disusun untuk memenuhi tugas Asesmen Berbasis Proyek mata pelajaran Dasar-

Dasar Pemasaran, Informatika, Bahasa Indonesia, dan IPAS di Sekolah Menengah Kejuruan


Negeri 8 Jakarta.

Laporan ini kami susun secara cepat dengan bantuan dan dukungan berbagai pihak

diantaranya; Ibu Yunita, M.Pd selaku wali kelas serta guru mata pelajaran Dasar-Dasar

Pemasaran, Ibu Nuryani, S.Pd selaku guru mata pelajaran Bahasa Indonesia, Ibu Tri Fitrayanti,

S.Pd selaku guru mata pelajaran IPAS dan Bapak Fauziyansyah, S.Pd selaku guru mata

pelajaran Informatika. Oleh karena itu kami sampaikan terima kasih atas waktu, tenaga dan

pikirannya yang telah diberikan.

Kami menyadari bahwa laporan ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, kami

sangat terbuka terhadap kritik dan saran yang membangun demi perbaikan di masa mendatang.

Kami berharap laporan ini dapat memberikan manfaat, baik sebagai referensi akademik

maupun sebagai upaya mendorong kesadaran akan pentingnya K3 di lingkungan kerja. Akhir

kata, kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan

laporan ini.


Jakarta, Desember 2024


Kelompok I


DAFTAR ISI


COVER................................................................................................................................

KATA PENGANTAR .......................................................................................................

DAFTAR ISI.......................................................................................................................

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang ..............................................................................................................

1.2 Tujuan.............................................................................................................................

1.3 Waktu dan Tempat Pelaksanaan...........................................................................

BAB II PEMBAHASAN

2.1 Gambaran Umum Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo .........................................

2.2 Observasi Alat Keselamatan dan Kesehatan Kerja ..................................................

2.3 Potensi Bahaya.....................................................................................................

2.4 Upaya Penanggulangan Bahaya...........................................................................

2.5 Hasil Teks Observasi............................................................................................

BAB III PENUTUP

3.1 Kesimpulan....................................................................................................................

3.2 Saran...............................................................................................................................

3.3 Dokumentasi ........................................................................................................

DAFTAR PUSTAKA ...........................................................................................................


BAB I

PENDAHULUAN


1.1 Latar Belakang


Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan aspek penting yang harus

diterapkan di berbagai sektor, termasuk di rumah sakit. Rumah sakit memiliki

lingkungan kerja yang kompleks, melibatkan tenaga medis, pasien dan pengunjung,

serta berpotensi menghadirkan berbagai risiko bahaya, seperti paparan bahan biologis,

kimia berbahaya, risiko ergonomis, dan bahaya fisik lainnya. Oleh karena itu,

penerapan K3 menjadi krusial untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat,

dan produktif.

Sebagai salah satu rumah sakit rujukan nasional terbesar di Indonesia, Rumah

Sakit Cipto Mangunkusumo memiliki peran strategis dalam memberikan pelayanan

kesehatan yang berkualitas tinggi. Dengan kapasitas besar dan tingginya intensitas

kegiatan, Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo menghadapi tantangan dalam mengelola

berbagai potensi bahaya yang ada di lingkungan kerjanya. Implementasi K3 di rumah

sakit ini tidak hanya bertujuan untuk melindungi tenaga medis dan non-medis, tetapi

juga pasien dan pengunjung yang berada di dalam lingkungan rumah sakit.

Observasi penerapan K3 di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo bertujuan untuk

mengidentifikasi potensi bahaya yang ada dan kebijakan maupun prosedur K3 yang

diterapkan. Hasil observasi ini diharapkan dapat mendukung upaya perbaikan

berkelanjutan, sehingga Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo dapat menjadi model

penerapan K3 yang efektif di sektor pelayanan kesehatan.

Melalui penelitian ini, penting untuk menyoroti bagaimana Rumah Sakit Cipto

Mangunkusumo mengelola risiko K3 dalam berbagai aspek termasuk pelatihan tenaga

kerja, penyediaan alat pelindung diri (APD), penanganan limbah medis dan kesiapan

menghadapi situasi darurat. Observasi ini juga akan mengidentifikasi peran pekerja

dalam penerapan K3, khususnya terkait kontribusi mereka dalam menciptakan

lingkungan kerja yang aman dan mendukung keberlanjutan sistem K3 di rumah sakit.

1.2 Tujuan

1.2.1 Menganalisis jenis-jenis potensi bahaya di lingkungan kerja Rumah Sakit Dr.

Cipto Mangunkusumo serta langkah pengendaliannya.

1.2.2 Mengidentifikasi penerapan kebijakan dan prosedur K3 di Rumah Sakit Dr.

Cipto Mangunkusumo.

1.3 Tempat dan Waktu Pelaksanaan


Observasi ini dilakukan di Rumah Sakit Dr. Cipto Mangunkusumo, Gedung A,

Jl. Pangeran Diponegoro No.71, RT.7/RW.5, Kenari, Kec. Senen, Kota Jakarta Pusat,

Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10430. Adapun waktu pelaksanaan observasi ini

dilakukan pada hari Sabtu, 23 November 2024 mulai pukul 09.00 s/d 12.00 WIB.


BAB 2


TEMUAN DI LAPANGAN


2.1 Gambaran Umum Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo.


Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) adalah bagian penting dari manajemen

rumah sakit yang bertujuan untuk melindungi tenaga kerja, pasien, dan pengunjung dari

berbagai potensi bahaya. Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo merupakan salah satu

rumah sakit rujukan nasional yang terletak di Jakarta. Sebagai institusi pelayanan

kesehatan bertaraf internasional, Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo berkomitmen

untuk menjaga keselamatan dan kesehatan kerja (K3) dalam operasionalnya. Sistem K3

di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo diterapkan untuk meminimalkan risiko

kecelakaan kerja, meningkatkan efisiensi, serta memberikan rasa aman kepada pasien,

tenaga medis, dan pengunjung. Alat-alat K3 di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo

mencakup berbagai aspek, mulai dari perlindungan individu hingga pengelolaan limbah

medis.


2.2 Observasi Alat Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)


Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan di Rumah Sakit Cipto

Mangunkusumo (RSCM) oleh kelompok I, diketahui bahwa fasilitas keselamatan dan

kesehatan kerja (K3) telah tersedia dengan cukup lengkap, terorganisisr dan sesuai

standar. Berikut adalah temuan utama:

2.2.1 Alat Pelindung Diri (APD)


Alat pelindung diri (APD) adalah kelengkapan yang wajib digunakan

saat bekerja sesuai bahaya dan risiko kerja untuk menjaga keselamatan pekerja

dan orang di sekitarnya. APD yang tersedia diantaranya, yaitu:

a. Hand Sanitizer

b. Shoes Cover

c. Hand Glove

d. Kacamata Google

e. Hairnet

f. Masker

g. Apron

h. Sepatu Boot

2.2.2 Alat Pemadam Api Ringan (APAR)


APAR adalah alat pemadam api ringan yang dapat dioperasikan secara

manual dan digunakan dalam kondisi darurat kebakaran. Di Rumah Sakit Cipto

Mangunkusumo, APAR diletakkan pada sudut lorong atau ruangan.

2.2.3 Jalur Evakuasi


Jalur evakuasi adalah rute yang didesain khusus untuk menghubungkan

ruangan atau bangunan pada daerah aman jika terjadi bencana alam atau insiden

kebakaran.

2.2.4 Tempat Pembuangan Sampah

Sampah medis termasuk dalam jenis sampah B3 yang mengandung bahan

infeksius dan perlu ditangani secara khusus. Di Indonesia sendiri, aturan

pengelolaan sampah medis telah diatur melalui Peraturan Menteri Kesehatan RI

Nomor 7 Tahun 2019 tentang Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit. Setiap

fasilitas kesehatan dianjurkan untuk menyediakan tempat sampah dengan pedal

disesuaikan dengan jenis sampahnya. Tempat sampah tersebut dapat dibagi

menjadi:

1. Tempat sampah khusus sampah infeksius berwarna kuning (yang sudah

terkontaminasi cairan, darah, atau sampah patologis),

2. Tempat sampah non-infeksius berwarna hijau (tidak terkontaminasi, seperti

sampah rumah tangga, sisa makanan, dan anorganik lainnya), dan

3. Tempat sampah untuk benda tajam seperti jarum suntik, pisau bedah dan

sebagainya yang baisa disebut safety box.


2.2.5 Kotak P3K

Kotak P3K adalah sebuah peralatan kesehatan yang berfungsi untuk

menyediakan perlengkapan pertolongan pertama saat terjadi kecelakaan atau

cedera ringan. Kotak P3K tersebar di beberapa tempat spesifik, termasuk ruang

poliklinik.


2.3 Potensi Bahaya


Lingkungan kerja di Rumah Sakit Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) yang

kompleks menghadirkan berbagai potensi bahaya yang dapat berdampak pada tenaga

kerja, pasien, dan pengunjung. Berdasarkan hasil wawancara dengan salah satu perawat

di Rumah Sakit Dr. Cipto Mangunkusumo terdapat beberapa potensi bahaya yang

teridentifikasi meliputi:

2.3.1 Bahaya Biologis


Sebagai perawat yang menangani pasien secara langsung dengan

berbagai keluhan dan penyakit, terdapat potensi tinggi terhadap paparan seperti

bakteri, virus, atau jamur yang berasal dari pasien infeksius atau limbah medis.

2.3.2 Bahaya Kimia


Rumah sakit menggunakan berbagai bahan kimia, seperti obat sitotoksik

untuk kemoterapi, desinfektan, atau anestesi yang dapat mengakibatkan

keracunan atau iritasi jika terjadi paparan langsung tanpa perlindungan.


2.4 Upaya Penanggulangan Bahaya


Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo telah menerapkan berbagai langkah

mitigasi untuk mengurangi risiko potensi bahaya, antara lain:

2.4.1 Inspeksi dan Pemeliharaan Alat


Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo secara rutin memeriksa APAR,

sistem pemadam kebakaran, jalur evakuasi dan kalibrasi alat medis untuk

memastikan fungsinya dalam kondisi optimal dan mencegah kerusakan.

2.4.2 Pelatihan dan Simulasi Keselamatan


Pelatihan rutin, seperti simulasi evakuasi kebakaran, penggunaan APD

dan pengelolaan limbah medis, dilakukan untuk meningkatkan kesiapan staf

dalam menghadapi situasi darurat dan meminimalkan risiko infeksi serta

pencemaran.

2.4.3 Manajemen Limbah Terintegrasi


Pengelolaan limbah medis dilakukan dengan pemisahan sejak awal

untuk mencegah pencemaran lingkungan. Limbah dikelola sesuai kategori,

seperti medis, non-medis, dan B3.

2.4.4 Monitoring Kesehatan Tenaga Medis


Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo memantau kesehatan tenaga medis,

terutama mereka yang bekerja di area risiko tinggi, melalui vaksinasi rutin dan

pemeriksaan khusus seperti pemantauan paparan radiasi.


BAB III

PEMBAHASAN


Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan bagian penting dalam manajemen

rumah sakit untuk melindungi tenaga kerja, pasien, dan pengunjung dari potensi bahaya.

Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo sebagai rumah sakit rujukan nasional telah menerapkan

berbagai alat K3 sesuai standar untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat, dan

produktif.

Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo menyediakan berbagai alat pelindung diri (APD)

seperti masker, hand sanitizer, hand glove, shoes cover, hairnet, apron, sepatu boot, dan

kacamata pelindung. Semua APD ini digunakan untuk mengurangi risiko bahaya yang

mungkin timbul dalam lingkungan kerja. Selain itu, rumah sakit ini juga dilengkapi dengan alat

pemadam api ringan (APAR) yang diletakkan di tempat strategis dan jalur evakuasi yang

dirancang khusus untuk membantu proses evakuasi dalam situasi darurat.

Dalam pengelolaan limbah medis, Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo telah

menyediakan tempat pembuangan sampah khusus dengan kode warna yang memudahkan


pemisahan limbah. Tempat sampah kuning untuk limbah infeksius, hijau untuk limbah non-

infeksius, dan safety box untuk benda tajam. Kotak P3K juga tersedia di berbagai area untuk


memberikan pertolongan pertama jika terjadi kecelakaan kecil atau cedera ringan.

Untuk memastikan efektivitas penerapan K3, Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo rutin

melakukan inspeksi dan pemeliharaan alat keselamatan, mengadakan pelatihan dan simulasi

keselamatan serta memantau kesehatan tenaga kerja secara berkala. Upaya-upaya ini

mendukung terciptanya lingkungan kerja yang aman, efisien, dan ramah bagi seluruh pengguna

layanan rumah sakit.

Penerapan K3 di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo memberikan manfaat besar,

seperti meningkatkan kenyamanan dan keselamatan seluruh penghuni rumah sakit, mencegah

risiko kecelakaan kerja, serta memastikan operasional berjalan lancar. Dengan pengelolaan K3

yang optimal, Rumah sakit Cipto Mangunkusumo dapat terus menjadi model bagi rumah sakit

lain dalam menerapkan sistem keselamatan dan kesehatan kerja yang efektif.

Kesimpulannya, Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo telah melakukan langkah-langkah

yang signifikan dalam penerapan alat K3 sesuai standar. Namun, peningkatan dan evaluasi

rutin tetap diperlukan untuk menghadapi tantangan baru dan menjaga kualitas keselamatan di

lingkungan rumah sakit.


BAB 1V

PENUTUP


3.1 Kesimpulan


Berdasarkan hasil observasi di Rumah Sakit Dr. Cipto Mangunkusumo

(RSCM), penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) telah dilakukan dengan

baik melalui pengelolaan fasilitas yang memadai, seperti APD, APAR, jalur evakuasi,

tempat pembuangan sampah, dan kotak P3K. Selain itu, manajemen K3 didukung oleh

berbagai upaya seperti inspeksi rutin, pelatihan keselamatan, pengelolaan limbah medis

yang terintegrasi serta monitoring kesehatan tenaga medis. Namun, lingkungan kerja

RSCM tetap memiliki potensi bahaya yang memerlukan perhatian lebih lanjut. Dengan

langkah mitigasi yang terus ditingkatkan, Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo dapat

menjaga keselamatan tenaga medis, pasien, dan pengunjung sekaligus menciptakan

lingkungan kerja yang aman dan produktif.


3.2 Saran


Untuk meningkatkan penerapan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) di

Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo akan sangat bermanfaat untuk memperbanyak

pelatihan dan simulasi darurat, terutama untuk menghadapi kebakaran dan bencana

lainnya. Pengelolaan limbah medis juga perlu dievaluasi secara berkala dan fasilitas

tempat sampah khusus harus diperbaiki jika diperlukan. Pemanfaatan teknologi untuk

pengawasan dan pelatihan K3 bisa ditingkatkan agar lebih efisien. Selain itu, penting

untuk meningkatkan kesadaran K3 di seluruh jajaran staf dan memperkuat pengawasan

terhadap potensi bahaya biologis dan kimia dengan meningkatkan penggunaan APD.


3.3 Dokumentasi








                                                                 DAFTAR PUSTAKA


 Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2019). Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 7 Tahun 2019 tentang Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.

 Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 50 Tahun 2012 tentang Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja.

 Rumah Sakit Dr. Cipto Mangunkusumo. (2024). Pedoman Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) RSCM. Jakarta: RSCM. 

Badan Standardisasi Nasional. (2019). SNI ISO 45001:2018 Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja - Persyaratan dengan Panduan Penggunaan. Jakarta: BSN.











No comments:

Post a Comment

Pages